Sriwijaya Post - Jumat, 20 Agustus 2010 15:16 WIB
PALEMBANG--Setelah mendapatkan 300 Liaison Officer (LO), KONI Sumsel kembali merekrut 50 LO untuk tahap kedua. Tahap keduanya ini digelar di Palembang, Minggu (29/8).
"Seleksi tahap kedua akan diambil kembali 50 pemandu yang akan dijadikan pemandu para tamu VVIP seperti para pejabat negara sekelas menteri hingga gubernur, baik dari dalam negeri hingga luar negeri," ujar Ketua pelaksana seleksi LO SEA Games (SEAG) Suparman Roman, Palembang, Jumat (20/8).
Menurut Suparman, seleksi tahap I, yakni pada 4-6 Agustus lalu sudah ada 300 pemandu SEAG.Tetapi pemandu SEAG yang tersisih yakni, 250 orang akan diberdayakan pihak KONI Sumsel untuk kepentingan lain.
Mereka akan diberdayakan sebagai pemandu kontingen peserta SEAG dan pemandu cabang-cabang olahraga yang dipertandingkan. Sebanyak 300 pemandu SEA Games yang didapatkan dalam seleksi I telah memenuhi standar yang ditetapkan. Jadi, mereka tetap digunakan pada SEA Games nanti.
Sumsel Menyambut SEA GAMES XXVI
Minggu, 22 Agustus 2010
Minggu, 15 Agustus 2010
Venues SEA Games Tergantung Man Power
Sriwijaya Post - Jumat, 13 Agustus 2010 16:59 WIB
PALEMBANG - Banyak pihak yang pesimis jika venues SEA Games 2011 Sumsel yang dibangun di atas lahan seluas 300 hektar di kawasan Jakabaring tidak akan selesai tepat waktu. Namun tidak untuk pihak Kementrian Pemuda dan Olahraga yang meyakini target Pemprov Sumsel itu tercapai.
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Prestasi Olahraga Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Alman Hudri mengatakan, pembangunan venues tidak ada sangkut pautnya dengan teknologi atau proses waktu, tetapi lebih kepada persoalan yang melibatkan peralatan, bahan bangunan dan sumber daya manusia."Di sini ada melibatkan man power, artinya cepat bisa lambat bisa," jelas Alman, Jumat (13/8).
Menurut Alman dalam perhitungan secara teknis pembangunan sebuah bangunan bisa disesuaikan dengan target waktu, asalkan sanggup mendatangkan banyak peralatan berat, tenaga kerja atau man power dan yang paling utama adalah dana."Sejauh ini kami lihat dana tidak ada masalah bagi pemprov Sumsel. Bahkan beberapa venues dibangun atas dasar biaya dari swasta," jelas Alman.
Seperti diketahui, Sumsel menjadi tuan rumah untuk 20 cabang olahraga (cabor) pada perhelatn menghadapi ajang SEA Games XXVI Indonesia 11 November 2011 mendatang. Untuk itu Sumsel mulai menyiapkan venues atau tempat pertandingan. Proses pembangunan venues terus berjalan. Venues yang disiapkan itu di sekitar kompleks olahraga Jakabaring yang merupakan venues Pekan Olahraga Nasional (PON) 2004 lalu. Jakabaring memiliki luas sekitar 650 hektar dengan kawasan yang diperuntukkan olahraga seluas 300 hektare
PALEMBANG - Banyak pihak yang pesimis jika venues SEA Games 2011 Sumsel yang dibangun di atas lahan seluas 300 hektar di kawasan Jakabaring tidak akan selesai tepat waktu. Namun tidak untuk pihak Kementrian Pemuda dan Olahraga yang meyakini target Pemprov Sumsel itu tercapai.
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Prestasi Olahraga Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Alman Hudri mengatakan, pembangunan venues tidak ada sangkut pautnya dengan teknologi atau proses waktu, tetapi lebih kepada persoalan yang melibatkan peralatan, bahan bangunan dan sumber daya manusia."Di sini ada melibatkan man power, artinya cepat bisa lambat bisa," jelas Alman, Jumat (13/8).
Menurut Alman dalam perhitungan secara teknis pembangunan sebuah bangunan bisa disesuaikan dengan target waktu, asalkan sanggup mendatangkan banyak peralatan berat, tenaga kerja atau man power dan yang paling utama adalah dana."Sejauh ini kami lihat dana tidak ada masalah bagi pemprov Sumsel. Bahkan beberapa venues dibangun atas dasar biaya dari swasta," jelas Alman.
Seperti diketahui, Sumsel menjadi tuan rumah untuk 20 cabang olahraga (cabor) pada perhelatn menghadapi ajang SEA Games XXVI Indonesia 11 November 2011 mendatang. Untuk itu Sumsel mulai menyiapkan venues atau tempat pertandingan. Proses pembangunan venues terus berjalan. Venues yang disiapkan itu di sekitar kompleks olahraga Jakabaring yang merupakan venues Pekan Olahraga Nasional (PON) 2004 lalu. Jakabaring memiliki luas sekitar 650 hektar dengan kawasan yang diperuntukkan olahraga seluas 300 hektare
Rabu, 04 Agustus 2010
Sumsel Janjikan Fasilitas Internasional SEA Games 2011
Palembang (ANTARA News) - Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel) berjanji memberikan fasilitas bertaraf internasional pada SEA Games (SEAG) XXVI tahun 2011. Fasilitas itu akan rampung lima bulan sebelum ajang SEAG digelar di Kota Palembang.
"Dari perencanaannya saja, Provinsi Sumatra Selatan telah menggunakan standar internasional dengan memakai jasa para konsultan asal luar negeri, tentunya fasilitas yang kami sediakan nanti adalah fasilitas bertaraf internasional," kata Gubernur Sumsel H Alex Noerdin di Palembang, Sumsel.
Dia mengatakan, fasilitas akan ditempatkan di kawasan Jakabaring Palembang menjadi sebuah komplek olah raga.
Dia menyebutkan, diantaranya, kolam renang indoor berstandar internasional yang dilengkapi pengaturan suhu air, dan kedalaman kolam dari 1 meter hingga 50 meter.
"Untuk pembangunan kolam renang ini, Provinsi Sumsel bekerja sama dengan perusahaan ternama Omega, sehingga fasilitas yang diberikan sangat lengkap seperti kolam untuk pemanasan, kolam untuk bertanding, hingga beberapa menara untuk pertandingan renang indah," ujar dia.
Kemudian, dia melanjutkan, Provinsi Sumsel juga menyediakan venues untuk olah raga air dengan luas 40 hektar.
"Di kawasan Jakabaring ini terdapat danau yakni Danau OPI yang akan dipercantik lagi dengan mengadakan pelebaran, sehingga dapat digunakan untuk olah raga dayung, voli pantai, dan ski air. Sehingga, fasilitas yang dibangun ini, dipastikan menjadi yang terbaik di Asia karena lintasan dayung yang disedikan dengan panjang 2.300 meter dan lebar 100 meter," ujar dia.
Alex melanjutkan, Sumsel juga akan membangun lapangan tembak berskala internasional yang fasilitasnya melebihi lapangan tembak yang dimiliki Korea Selatan..
"Korea yang menjadi tuan rumah Asian Games hanya memiliki lapangan tembak dengan jarak maksimal hingga 300 meter, tapi yang akan dibangun Sumsel nanti adalah lapangan tembak berjarak hingga 600 meter," ujar dia.
Selain menyediakan fasilitas yang diperuntukan untuk menyokong pertandingan, komplek olah raga Jakabaring yang direncanakan Sumsel itu juga mendirikan lapangan golf berskala internasional, mess atlet semi apartemen, gedung serba guna, gedung penelitian olah raga, serta gedung trans sriwijaya studio.
"Mungkin untuk kali pertamanya event SEA Games selevel diselenggarakan dalam satu kawasan, karena selama ini, biasanya venue tempat atlet bertanding saling berjauhan," ucap dia.
Mengenai kepastian rampungnya fasilitas itu, Alex berani menjamin pada akhir tahun 2010 telah mencapai 60 persen, dan pada Juli 2011 telah rampung.
"Saat ini boleh dilihat memang masih rawa-rawa, tapi nanti pada saat lima bulan sebelum SEA Games digelar, kawasan Jakabaring telah berubah menjadi sebuah komplek olah raga bertaraf internasional," ujar mantan bupati Kabupaten Musi Banyuasin ini.
Dan untuk mewujudkan hal ini, dia melanjutkan, Provinsi Sumsel tidak menggunakan dana APBD, tapi mengunakan kerja sama dengan pihak ketiga.
"Ini sebuah master plan yang sangat berguna untuk kemajuan Provinsi Sumsel. Setelah event SEA Games selesai dilaksanakan, Sumsel harus menjadi pusat pembinaan olah raga nasional," ujar dia.
"Dari perencanaannya saja, Provinsi Sumatra Selatan telah menggunakan standar internasional dengan memakai jasa para konsultan asal luar negeri, tentunya fasilitas yang kami sediakan nanti adalah fasilitas bertaraf internasional," kata Gubernur Sumsel H Alex Noerdin di Palembang, Sumsel.
Dia mengatakan, fasilitas akan ditempatkan di kawasan Jakabaring Palembang menjadi sebuah komplek olah raga.
Dia menyebutkan, diantaranya, kolam renang indoor berstandar internasional yang dilengkapi pengaturan suhu air, dan kedalaman kolam dari 1 meter hingga 50 meter.
"Untuk pembangunan kolam renang ini, Provinsi Sumsel bekerja sama dengan perusahaan ternama Omega, sehingga fasilitas yang diberikan sangat lengkap seperti kolam untuk pemanasan, kolam untuk bertanding, hingga beberapa menara untuk pertandingan renang indah," ujar dia.
Kemudian, dia melanjutkan, Provinsi Sumsel juga menyediakan venues untuk olah raga air dengan luas 40 hektar.
"Di kawasan Jakabaring ini terdapat danau yakni Danau OPI yang akan dipercantik lagi dengan mengadakan pelebaran, sehingga dapat digunakan untuk olah raga dayung, voli pantai, dan ski air. Sehingga, fasilitas yang dibangun ini, dipastikan menjadi yang terbaik di Asia karena lintasan dayung yang disedikan dengan panjang 2.300 meter dan lebar 100 meter," ujar dia.
Alex melanjutkan, Sumsel juga akan membangun lapangan tembak berskala internasional yang fasilitasnya melebihi lapangan tembak yang dimiliki Korea Selatan..
"Korea yang menjadi tuan rumah Asian Games hanya memiliki lapangan tembak dengan jarak maksimal hingga 300 meter, tapi yang akan dibangun Sumsel nanti adalah lapangan tembak berjarak hingga 600 meter," ujar dia.
Selain menyediakan fasilitas yang diperuntukan untuk menyokong pertandingan, komplek olah raga Jakabaring yang direncanakan Sumsel itu juga mendirikan lapangan golf berskala internasional, mess atlet semi apartemen, gedung serba guna, gedung penelitian olah raga, serta gedung trans sriwijaya studio.
"Mungkin untuk kali pertamanya event SEA Games selevel diselenggarakan dalam satu kawasan, karena selama ini, biasanya venue tempat atlet bertanding saling berjauhan," ucap dia.
Mengenai kepastian rampungnya fasilitas itu, Alex berani menjamin pada akhir tahun 2010 telah mencapai 60 persen, dan pada Juli 2011 telah rampung.
"Saat ini boleh dilihat memang masih rawa-rawa, tapi nanti pada saat lima bulan sebelum SEA Games digelar, kawasan Jakabaring telah berubah menjadi sebuah komplek olah raga bertaraf internasional," ujar mantan bupati Kabupaten Musi Banyuasin ini.
Dan untuk mewujudkan hal ini, dia melanjutkan, Provinsi Sumsel tidak menggunakan dana APBD, tapi mengunakan kerja sama dengan pihak ketiga.
"Ini sebuah master plan yang sangat berguna untuk kemajuan Provinsi Sumsel. Setelah event SEA Games selesai dilaksanakan, Sumsel harus menjadi pusat pembinaan olah raga nasional," ujar dia.
SEA Games 2011 dan 'Spirit Sriwijaya'
Palembang - Setiap kali membicarakan kerajaan Sriwijaya, orang selalu menghubungkannya dengan kegagahan armada lautnya. Selalu dikisahkan armada laut Sriwijaya mampu menaklukkan berbagai kerajaan di Nusantara, Asia, hingga ke Afrika. Dengan latar belakang kisah itu, seharusnya prestasi olahraga Indonesia, khususnya Sumatra Selatan, menonjol di Asia maupun di International.
Mengapa?
Tradisi kelaskaran Sriwijaya tentunya menyentuh berbagai jenis olahraga tradisional seperti yang dilombakan dalam berbagai event atau pesta olahraga saat ini. Misalnya olahraga atletik, dayung, bela diri, dan renang.
Tepatnya laskar Sriwijaya yang gagah dan berani, dan mampu bertarung di darat maupun di laut, tentunya memiliki fisik dan kemampuan bela diri yang hebat. Contohnya di laut, mereka selain mampu mendayung dengan cepat juga harus mampu berenang cepat, melompat tinggi maupun jauh, termasuk menyelam ke dalam air. Selain bela diri, mereka pun harus mampu menggunakan senjata seperti lembing, serta senjata tajam lainnya.
Bahkan, pada masyarakat awal di Sumatra Selatan, yakni yang hidup dan berkembang di sepanjang Bukit Barisan, diperkirakan telah dikenal sejumlah jenis olahraga, seperti lari dan menunggang hewan. Menurut budayawan Erwan Suryanegara, ini terbaca pada lukisan dinding batu, lalu artefak "Menungang gajah" di Tegurwangi, "Menunggang kerbau" di Geramat.
Jadi, secara umum masyarakat yang hidup di masa kerajaan Sriwijaya, seperti umumnya masyarakat yang hidup di masa kerajaan besar lainnya di dunia seperti di Yunani, Romawi, Mesir, dan di Tiongkok, jelas sudah mengenal sejumlah olahraga seperti lari, bela diri, mendayung, lempar lembing, lompat jauh, lompat tinggi, renang, menyelam, juga pacuan hewan.
"Spirit Sriwijaya"
Melihat gambaran di atas, seharusnya prestasi atlet Indonesia menonjol di dunia international, setidaknya di Asia. Kejayaan atlet Tiongkok, Jepang, Thailand, dan lainnya, tak terlepas dari sejarah bangsa mereka yang pernah melahirkan beberapa kerajaan besar di dunia.
Tetapi faktanya atlet Indonesia justru menonjol pada sejumlah olahraga yang bukan bagian dari tradisi bangsa ini, seperti Bulutangkis, sementara pada olahraga yang memiliki tradisi yang kuat di Indonesia seperti digambarkan di atas tidaklah begitu menonjol atau prestasinya kurang mumpuni di tingkat international.
Mengapa ini terjadi? Dalam sebuah perbincangan dengan penulis, menurut Walikota Palembang Eddy Santana Putra, salah satu faktornya para atlet Indonesia tidak memanfaatkan "spirit Sriwijaya". Jika mereka memanfaatkan "spirit Sriwijaya", mereka akan tampil optimal dalam menunjukkan kemampuan dan prestasinya, layaknya laskar-laskar Sriwijaya di masa lalu.
Selama ini, kejayaan dan kebesaran Sriwijaya hanya dimengerti sebagai "masa lalu", dan sedikit sekali dimanfaatkan para atlet sebagai modal buat meningkatkan prestasinya.
Ditunjuknya Palembang sebagai salah satu kota penyelenggaraan SEA Games 2011 mendatang, para atlet Indonesia yang berjuang meraih prestasi terbaik di Palembang selayaknya mampu memanfaatkan atau mengoptimalkan "spirit Sriwijaya" tersebut.
Artinya kejayaan dan kebesaran Sriwijaya mampu dikelola sebagai modal buat meningkatkan mental dan kemampuan yang optimal.
"Asia Tenggara itu 'kan wilayah kekuasaan kerajaan Sriwijaya. Dan pusat kekuasaan Sriwijaya itu di Palembang. Jadi sudah sepantasnya para atlet Indonesia mampu menaklukkan atlet dari Asia Tenggara lainnya di Palembang," kata Eddy Santana Putra.
Bukan hanya atletnya yang dapat memanfaatkan "spirit Sriwijaya", juga rakyat Indonesia yang menyaksikan pesta olahraga di Asia Tenggara ini.
Kini, menjelang pesta olahraga yang tinggal menunggu beberapa bulan ini, kiranya para atlet, pelatih, manajer, maupun rakyat Indonesia ada baiknya merenungkan, menanamkan "spirit Sriwijaya" tersebut.
Mengapa?
Tradisi kelaskaran Sriwijaya tentunya menyentuh berbagai jenis olahraga tradisional seperti yang dilombakan dalam berbagai event atau pesta olahraga saat ini. Misalnya olahraga atletik, dayung, bela diri, dan renang.
Tepatnya laskar Sriwijaya yang gagah dan berani, dan mampu bertarung di darat maupun di laut, tentunya memiliki fisik dan kemampuan bela diri yang hebat. Contohnya di laut, mereka selain mampu mendayung dengan cepat juga harus mampu berenang cepat, melompat tinggi maupun jauh, termasuk menyelam ke dalam air. Selain bela diri, mereka pun harus mampu menggunakan senjata seperti lembing, serta senjata tajam lainnya.
Bahkan, pada masyarakat awal di Sumatra Selatan, yakni yang hidup dan berkembang di sepanjang Bukit Barisan, diperkirakan telah dikenal sejumlah jenis olahraga, seperti lari dan menunggang hewan. Menurut budayawan Erwan Suryanegara, ini terbaca pada lukisan dinding batu, lalu artefak "Menungang gajah" di Tegurwangi, "Menunggang kerbau" di Geramat.
Jadi, secara umum masyarakat yang hidup di masa kerajaan Sriwijaya, seperti umumnya masyarakat yang hidup di masa kerajaan besar lainnya di dunia seperti di Yunani, Romawi, Mesir, dan di Tiongkok, jelas sudah mengenal sejumlah olahraga seperti lari, bela diri, mendayung, lempar lembing, lompat jauh, lompat tinggi, renang, menyelam, juga pacuan hewan.
"Spirit Sriwijaya"
Melihat gambaran di atas, seharusnya prestasi atlet Indonesia menonjol di dunia international, setidaknya di Asia. Kejayaan atlet Tiongkok, Jepang, Thailand, dan lainnya, tak terlepas dari sejarah bangsa mereka yang pernah melahirkan beberapa kerajaan besar di dunia.
Tetapi faktanya atlet Indonesia justru menonjol pada sejumlah olahraga yang bukan bagian dari tradisi bangsa ini, seperti Bulutangkis, sementara pada olahraga yang memiliki tradisi yang kuat di Indonesia seperti digambarkan di atas tidaklah begitu menonjol atau prestasinya kurang mumpuni di tingkat international.
Mengapa ini terjadi? Dalam sebuah perbincangan dengan penulis, menurut Walikota Palembang Eddy Santana Putra, salah satu faktornya para atlet Indonesia tidak memanfaatkan "spirit Sriwijaya". Jika mereka memanfaatkan "spirit Sriwijaya", mereka akan tampil optimal dalam menunjukkan kemampuan dan prestasinya, layaknya laskar-laskar Sriwijaya di masa lalu.
Selama ini, kejayaan dan kebesaran Sriwijaya hanya dimengerti sebagai "masa lalu", dan sedikit sekali dimanfaatkan para atlet sebagai modal buat meningkatkan prestasinya.
Ditunjuknya Palembang sebagai salah satu kota penyelenggaraan SEA Games 2011 mendatang, para atlet Indonesia yang berjuang meraih prestasi terbaik di Palembang selayaknya mampu memanfaatkan atau mengoptimalkan "spirit Sriwijaya" tersebut.
Artinya kejayaan dan kebesaran Sriwijaya mampu dikelola sebagai modal buat meningkatkan mental dan kemampuan yang optimal.
"Asia Tenggara itu 'kan wilayah kekuasaan kerajaan Sriwijaya. Dan pusat kekuasaan Sriwijaya itu di Palembang. Jadi sudah sepantasnya para atlet Indonesia mampu menaklukkan atlet dari Asia Tenggara lainnya di Palembang," kata Eddy Santana Putra.
Bukan hanya atletnya yang dapat memanfaatkan "spirit Sriwijaya", juga rakyat Indonesia yang menyaksikan pesta olahraga di Asia Tenggara ini.
Kini, menjelang pesta olahraga yang tinggal menunggu beberapa bulan ini, kiranya para atlet, pelatih, manajer, maupun rakyat Indonesia ada baiknya merenungkan, menanamkan "spirit Sriwijaya" tersebut.
Selasa, 03 Agustus 2010
Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Diperluas
Sriwijaya Post - Rabu, 28 Juli 2010 19:57 WIB
PALEMBANG - Menjelang SEA Games 2011 yang dilaksanakan di Sumatera Selatan, kapasitas Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang akan ditingkatkan dari 1 juta penumpang per tahun menjadi 2,2 juta penumpang per tahun.
Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika Sumsel Sarimuda, Rabu (28/7) mengutarakan, perluasan bandara akan dilakukan oleh PT Angkasa Pura II dengan dana Rp 150 miliar. Ditargetkan pada bulan Juli 2011 proyek sudah selesai.
Sarimuda mengungkapkan, kondisi Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II sekarang sudah melebihi kapasitas. Bandara itu seharusnya hanya menampung 1 juta penumpang per tahun, namun pada tahun 2009 terdapat 1,8 juta penumpang per tahun.
Tiga ruang tunggu baru akan dibangun dan ditambah dua unit belalai gajah. Sekarang baru ada dua ruang tunggu dan tiga belalai gajah, katanya.
Menurut Sarimuda, perluasan Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II dapat menampung peningkatan jumlah penumpang sampai lima tahun ke depan. Peningkatan kapasitas bandara akan dilakukan lagi setidaknya tahun 2020. (Wisnu Aji Dewabrata)
PALEMBANG - Menjelang SEA Games 2011 yang dilaksanakan di Sumatera Selatan, kapasitas Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang akan ditingkatkan dari 1 juta penumpang per tahun menjadi 2,2 juta penumpang per tahun.
Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika Sumsel Sarimuda, Rabu (28/7) mengutarakan, perluasan bandara akan dilakukan oleh PT Angkasa Pura II dengan dana Rp 150 miliar. Ditargetkan pada bulan Juli 2011 proyek sudah selesai.
Sarimuda mengungkapkan, kondisi Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II sekarang sudah melebihi kapasitas. Bandara itu seharusnya hanya menampung 1 juta penumpang per tahun, namun pada tahun 2009 terdapat 1,8 juta penumpang per tahun.
Tiga ruang tunggu baru akan dibangun dan ditambah dua unit belalai gajah. Sekarang baru ada dua ruang tunggu dan tiga belalai gajah, katanya.
Menurut Sarimuda, perluasan Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II dapat menampung peningkatan jumlah penumpang sampai lima tahun ke depan. Peningkatan kapasitas bandara akan dilakukan lagi setidaknya tahun 2020. (Wisnu Aji Dewabrata)
Relawan SEA Games Harus Mahir Bahasa Inggris
Sriwijaya Post - Jumat, 30 Juli 2010 15:47 WIB
PALEMBANG - Sebanyak 1.500 mahasiswa yang berasal dari seluruh perguruan tinggi se-Sumsel akan dilibatkan sebagai relawan dalam perhelatan SEA Games 2011 mendatang. Selain sebagai relawan, beberapa diantaranya akan masuk dalam 300 Liaison Officer (LO).
Namun ada satu syarat mutlak yang diharuskan KONI Sumsel bagi para mahasiswa yakni, harus mahir berbahasa Inggris
."Kita memang sejak awal akan melibatkan mahasiswa dalam perhelatan olahraga. Sebab even olahraga sebesar apapun, pasti melibatkan mahasiswa. Namun syarat mutlak adalah harus pandai berbahasa Inggris," jelas Wakil Ketua II KONI Sumsel, Jumat (30/7).
Menurut Dhennie, kemampuan berbahasa Inggris sangat diperlukan bagi relawan ataupun LO, sebab mereka akan mendampingi kemanapun para tamu dan atlet dari 11 negara peserta.
"Tentunya harus ada komunikasi aktif. Maka kemampuan berbahasa Inggris harus aktif," jelasnya.
Menurut Dhennie, sejauh ini KONI dan panitia SEA Games sudah membuka pendaftaran untuk seleksi penerimaan 50 LO VIP. Mereka adalah LO inti yang bertugas melayani tamu-tamu VIP sekelas menteri dari seluruh negara peserta.
PALEMBANG - Sebanyak 1.500 mahasiswa yang berasal dari seluruh perguruan tinggi se-Sumsel akan dilibatkan sebagai relawan dalam perhelatan SEA Games 2011 mendatang. Selain sebagai relawan, beberapa diantaranya akan masuk dalam 300 Liaison Officer (LO).
Namun ada satu syarat mutlak yang diharuskan KONI Sumsel bagi para mahasiswa yakni, harus mahir berbahasa Inggris
."Kita memang sejak awal akan melibatkan mahasiswa dalam perhelatan olahraga. Sebab even olahraga sebesar apapun, pasti melibatkan mahasiswa. Namun syarat mutlak adalah harus pandai berbahasa Inggris," jelas Wakil Ketua II KONI Sumsel, Jumat (30/7).
Menurut Dhennie, kemampuan berbahasa Inggris sangat diperlukan bagi relawan ataupun LO, sebab mereka akan mendampingi kemanapun para tamu dan atlet dari 11 negara peserta.
"Tentunya harus ada komunikasi aktif. Maka kemampuan berbahasa Inggris harus aktif," jelasnya.
Menurut Dhennie, sejauh ini KONI dan panitia SEA Games sudah membuka pendaftaran untuk seleksi penerimaan 50 LO VIP. Mereka adalah LO inti yang bertugas melayani tamu-tamu VIP sekelas menteri dari seluruh negara peserta.
Kamis, 29 Juli 2010
KONI minta saran BEM Mahasiswa
Sriwijaya Post - Kamis, 29 Juli 2010 16:24 WIB
PALEMBANG - Untuk meminta masukan dari mahasiswa, KONI Sumsel menggelar silaturahmi dan diskusi lanjutan bersama 22 Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Sumsel di Sekretariat KONI Sumsel, Kamis (29/7).
Pihak KONI diwakili langsung Wakil Ketua Umum II KONI Sumsel, Dhenie Zaenal dan Faisal Perdana. Dalam diskusi ini, mahasiswa memberikan dukungan secara penuh atas penyelenggaraan SEA Games di Sumsel, sebab akan membawa kemajuan bagi Sumsel secara perekomian. Namun mereka meminta dilibatkan secara langsung di kepanitiaan dalam proses penyelenggaraannya.
Seperti disampaikan M Andrian dari Syakyakirti misalnya, sangat mendukung pelaksanaan SEA Games. Namun mereka berharap bisa dilibatkan dalam setiap proses persiapan dan pelaksanaan."Tentunya kami tidak ingin menjadi penonton di rumah sendiri. Libatkan kami secara langsung," ujar M Andrian.
MH Agung dari Unsri juga mengatakan, selain dilibatkan sebagai panitia, dia berharap nantinya akan ada pagelaran-pagelaran seni selama 10 hari SEA Games.
"Sebab kami bekerjasama dengan Thailand, tentunya kami harapkan ada pagelaran budaya selama 10 hari itu," ujarnya.
Hal serupa juga diungkapkan Hasiah dari IAIN Raden Fatah mengaku sangat mendukung aksi pagelaran kebudayaan, jika Unsri ada jaringan langsung ke Thailand, maka IAIN ada jaringan dengan Malaysia. Hal ini bisa dikompilasikan selama 10 hari pelaksanaan SEA Games.
Terakhir dari Herwin Prawira dari PGRI mengaku, petemuan ini tidak hanya sebatas formal semata, tetapi harus ada forum sebagai bentuk lanjutan dari pertemuan di KONI.
"Sebab dengan adanya forum, maka kami juga banyak ide dan keinginan dalam perhelatan selama 10 hari SEA Games," jelasnya.
Ditanggapi Wakil Ketua Umum II KONI Sumsel, Dhennie Zaenal, sejak awal Pemprov Sumsel dan KONI memang akan melibatkan mahasiswa dalam perhelatan terbesar even olahraga se-Asia Tenggara. Sebab semua cara olahraga pasti melibatkan mahasiswa di dalamnya.
Hanya saja ia berharap, mahasiswa juga harus benar-benar memiliki kemampuan dan profesional dalam kinerja sebagai bagian dari kepanitian SEA Games. Dhennie berharap memang akan ada pagelaran setiap malam selama 10 hari pelaksanaan yang dipusatkan di hotel-hotel tempat para kontingen negara peserta menginap.
"Tentunya syarat utama adalah harus memiliki kemampuan berkomunikasi bahasa Inggris secara aktif, memiliki wawasan secara luas tentang kebudayaan dan pariwisata serta mampu melayani tamu penting dari semua negara peserta," jelas Dhennie.
PALEMBANG - Untuk meminta masukan dari mahasiswa, KONI Sumsel menggelar silaturahmi dan diskusi lanjutan bersama 22 Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Sumsel di Sekretariat KONI Sumsel, Kamis (29/7).
Pihak KONI diwakili langsung Wakil Ketua Umum II KONI Sumsel, Dhenie Zaenal dan Faisal Perdana. Dalam diskusi ini, mahasiswa memberikan dukungan secara penuh atas penyelenggaraan SEA Games di Sumsel, sebab akan membawa kemajuan bagi Sumsel secara perekomian. Namun mereka meminta dilibatkan secara langsung di kepanitiaan dalam proses penyelenggaraannya.
Seperti disampaikan M Andrian dari Syakyakirti misalnya, sangat mendukung pelaksanaan SEA Games. Namun mereka berharap bisa dilibatkan dalam setiap proses persiapan dan pelaksanaan."Tentunya kami tidak ingin menjadi penonton di rumah sendiri. Libatkan kami secara langsung," ujar M Andrian.
MH Agung dari Unsri juga mengatakan, selain dilibatkan sebagai panitia, dia berharap nantinya akan ada pagelaran-pagelaran seni selama 10 hari SEA Games.
"Sebab kami bekerjasama dengan Thailand, tentunya kami harapkan ada pagelaran budaya selama 10 hari itu," ujarnya.
Hal serupa juga diungkapkan Hasiah dari IAIN Raden Fatah mengaku sangat mendukung aksi pagelaran kebudayaan, jika Unsri ada jaringan langsung ke Thailand, maka IAIN ada jaringan dengan Malaysia. Hal ini bisa dikompilasikan selama 10 hari pelaksanaan SEA Games.
Terakhir dari Herwin Prawira dari PGRI mengaku, petemuan ini tidak hanya sebatas formal semata, tetapi harus ada forum sebagai bentuk lanjutan dari pertemuan di KONI.
"Sebab dengan adanya forum, maka kami juga banyak ide dan keinginan dalam perhelatan selama 10 hari SEA Games," jelasnya.
Ditanggapi Wakil Ketua Umum II KONI Sumsel, Dhennie Zaenal, sejak awal Pemprov Sumsel dan KONI memang akan melibatkan mahasiswa dalam perhelatan terbesar even olahraga se-Asia Tenggara. Sebab semua cara olahraga pasti melibatkan mahasiswa di dalamnya.
Hanya saja ia berharap, mahasiswa juga harus benar-benar memiliki kemampuan dan profesional dalam kinerja sebagai bagian dari kepanitian SEA Games. Dhennie berharap memang akan ada pagelaran setiap malam selama 10 hari pelaksanaan yang dipusatkan di hotel-hotel tempat para kontingen negara peserta menginap.
"Tentunya syarat utama adalah harus memiliki kemampuan berkomunikasi bahasa Inggris secara aktif, memiliki wawasan secara luas tentang kebudayaan dan pariwisata serta mampu melayani tamu penting dari semua negara peserta," jelas Dhennie.
Langganan:
Postingan (Atom)