Sriwijaya Post - Jumat, 13 Agustus 2010 16:59 WIB
PALEMBANG - Banyak pihak yang pesimis jika venues SEA Games 2011 Sumsel yang dibangun di atas lahan seluas 300 hektar di kawasan Jakabaring tidak akan selesai tepat waktu. Namun tidak untuk pihak Kementrian Pemuda dan Olahraga yang meyakini target Pemprov Sumsel itu tercapai.
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Prestasi Olahraga Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Alman Hudri mengatakan, pembangunan venues tidak ada sangkut pautnya dengan teknologi atau proses waktu, tetapi lebih kepada persoalan yang melibatkan peralatan, bahan bangunan dan sumber daya manusia."Di sini ada melibatkan man power, artinya cepat bisa lambat bisa," jelas Alman, Jumat (13/8).
Menurut Alman dalam perhitungan secara teknis pembangunan sebuah bangunan bisa disesuaikan dengan target waktu, asalkan sanggup mendatangkan banyak peralatan berat, tenaga kerja atau man power dan yang paling utama adalah dana."Sejauh ini kami lihat dana tidak ada masalah bagi pemprov Sumsel. Bahkan beberapa venues dibangun atas dasar biaya dari swasta," jelas Alman.
Seperti diketahui, Sumsel menjadi tuan rumah untuk 20 cabang olahraga (cabor) pada perhelatn menghadapi ajang SEA Games XXVI Indonesia 11 November 2011 mendatang. Untuk itu Sumsel mulai menyiapkan venues atau tempat pertandingan. Proses pembangunan venues terus berjalan. Venues yang disiapkan itu di sekitar kompleks olahraga Jakabaring yang merupakan venues Pekan Olahraga Nasional (PON) 2004 lalu. Jakabaring memiliki luas sekitar 650 hektar dengan kawasan yang diperuntukkan olahraga seluas 300 hektare
Tidak ada komentar:
Posting Komentar