Sriwijaya Post - Kamis, 22 Juli 2010 08:47 WIB
PALEMBANG, SRIPO — Pesta kembang api selama 30 menit yang merupakan sumbangan dari pemerintah China senilai Rp 2 miliar akan memeriahkan atraksi kembang api terlama sepanjang sejarah perhelatan SEA Games yang pernah ada.
“China telah memberikan bantuan Rp 2 miliar bukan berbentuk uang tetapi berupa kembang api dan peralatan pendukungnya. Kembang api nanti akan menampilkan pola-pola letusan yang dibuat secara istimewa khusus untuk pembukaan SEA Games di Sumsel,” kata Gubernur Sumsel Alex Noerdin yang dihubungi via telepon, Selasa (20/7).
“Saya ingin semua masyarakat Sumsel bisa menyaksikan indahnya kembang api pada pembukaan SEA Games. Pesta olahraga ini tidak mungkin datang dalam kurun waktu 40 tahun ke depan di Sumsel,” katanya.
Disinggung kesiapan venues menjelang SEA Games, dikatakan, saat ini pembangunan sudah mulai dilakukan. Dimana, saat ini pembangunan sudah mencapai 30 persen mulai dari penimbunan dan pemasangan patok.
“Tiga bulan sebelum pelaksanaan SEA Games dipastikan semua venues selesai. Apalagi, sebelum pelaksanaan SEA Games semua venues tersebut akan dijajal terlebih dahulu,”ujar Alex.
Menurutnya, dari 24 cabang olahraga (cabor) yang akan dipertandingkan di Sumsel setidaknya terdapat 11 venues dibangun baru dan 13 lainnya dilakukan rehab.
Pasalnya, venues-venues tersebut sudah ada pada pelaksanaan PON 2004 di Palembang. Adapun venues yang dibangun baru seperti kolam renang, arena panjat tebing Jakabaring, lapangan tembak Jakabaring, Sriwijaya Promotion Center, arena atletik Jakabaring, Danau Jakabaring, arena sepatu roda, arena panahan, judo, lapangan tenis dan gedung biliar.
Sementara venues yang dilakukan rehab antara lain seperti stadion Gelora Jakabaring, Patra Jaya dan Bumi Sriwijaya. Kemudian, kolam renang lumban tirta, graha serbaguna Jakabaring, GOR Ranau dan Dempo Jakabaring, sport hall, gedung Graha Jakabaring, Indoor Kampus dan Bandara SMB II untuk aeromodeling.
Pembangunan Venues Kepala Dinas PU Cipta Karya Sumsel Rizal Abdullah juga menjelaskan, saat ini pembangunan venues dalam tahap penimbunan. Pasalnya, lokasi yang akan dijadikan merupakan rawa sehingga membutuhkan tanah untuk menimbun rawa mencapai 1 juta kubik. “Tidak semua rawa ditimbun,”katanya.
Dikatakan, agar kawasan Jakabaring tidak tergenang pada saat hujan saat ini telah dibangun kolam retensi yang juga digunakan lokasi ski air dan dayung. Dimana, kolam dengan luas 40 hektar dipastikan dapat menampung 2 juta meter kubik air.
Sementara untuk pembangunan lapangan tenis dan atletik dibangun PT BA dengan luas lahan 15 hektar. Untuk wisma atlet mencapai 6,6 hektar, lapangan tembak 7 hektar, lapangan golf, sepatu roda dan lainnya.
Dari semua venues yang ada tidak seluruhnya dibangun baru. Tetapi ada sebagian venues yang akan dilakukan rehab, yakni venues eks PON pada 2004 seperti GOR Ranau yang akan menghabiskan dana mencapai Rp 3,7 miliar, GOR Dempo Jakabaring Rp 3,7 miliar, Arena sepatu roda Jakabaring Rp 8,1 miliar, Stadion Utama Jakabaring Rp 30 miliar, Graha Serba Guna Jakabaring Rp 1,2 miliar, Kolam Renang Lumban Tirta Kampus Rp 9,5 miliar, Indoor Basket Kampus Rp 3,2 miliar, Stadion Bumi Sriwijaya Kampus, GOR Sriwijaya, Aeromodeling SMB II Rp7,8 miliar dan stadion Patra Jaya Plaju.
Dukungan Dana Sementara secara terpisah, Walikota Palembang Eddy Santana Putra menyambut baik dengan ditunjukan Palembang sebagai tempat pelaksanaan, pembukaan dan penutupan pesta negara-negara Asia Tenggara XXVI 2011 mendatang. Supaya masyarakat tahu, Palembang menjadi tempat penyelenggaraan SEA Games perlu sosialiasi lebih intensif.
“Saya ucapkan selama kepada seluruh masyarakat Sumsel dan Palembang. Kita semua harus bekerja agar pelaksanaan SEA Games nanti sukses. Sebagai tuan rumah, pemerintah kota akan membuat iklim yang kondusif serta lingkungan bersih supaya tamu-tamu yang datang nyaman dan senang. Harus dimanfaatkan semaksimal mungkin karena kesempatan seperti ini tidak datang dua kali,” kata Eddy usai pelantikan Pengurus Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Indonesia (HATHI), Rabu (21/7).
Eddy menjelaskan, masih banyak yang perlu dikerjakan pemerintah kota guna mempercantik kota ini mulai dari jalan, transportasi, taman kota, tempat-tempat wisata hingga fasilitas pendukung lainnya.
Untuk menciptakan kota yang cantik diperlukan anggaran yang ditidak sedikit sedangkan anggaran yang dimilik pemerintah kota sangat minim. Untuk itu ia memerlukan dukungan dari berbagai pihak baik pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat melalui APBN.
Saat ini, Pemkot sedang memperbaiki jalan, trotoar di jalan-jalan utama serta drainase. Selain itu, memperbaiki objek wisata seperti Pulau Kemarau, Kampung Kapitan, Pasar Kuliner, kapar pesiar, menata pemukiman warga sepanjang Sungai Musi termasuk membangun dermaga wisata.
“Palembang pernah menjadi tuan rumah pekan olahraga nasional (PON) dan itu berhasil. SEA Games juga harus berhasil karena ini mempertaruhkan nama negara bukan hanya Palembang atau Sumsel,” ujar Eddy.
Untuk memberi jaminan keamanan kepada tamu dan peserta SEA Games, Pemkot membentuk tim keamanan khusus dan meningkatkan kembali Sistem Keamanan Keliling (Siskamling) di setiap daerah.
Sebagai tuan rumah, pemerintah kota bertanggung jawab memberikan keamanan kepada peserta, untuk pemerintah bersama dengan instansi terkait akan membentuk tim keamanan khusus. Keamanan merupakan faktor penting dan daya tarik bagi wisatawan untuk berkunjung ke suatu daerah termasuk Palembang.
Khusus angkutan peserta dan lalu lintas terutama pada saat pembukaan dan penutupan, kata Eddy, pihaknya (Dinas Perhubungan) akan berkoordinasi dengan Dishub Provinsi dan kepolisian. Menurutnya, kemungkinan sistem yang digunakan tidak jauh berbeda dengan PON 2004 lalu, yakni buka tutup di beberapa titik dan mengalihkan kendaraan pribadi ke daerah-daerah.
“Ini belum final. Perlu rapat rutin. Kami masih menunggu petunjuk pemerintah provinsi,” tukasnya sembari menambahkan Pemkot telah menyiapkan jaringan air bersih siap minum di komplek Gelora Sriwijaya dan RSUD BARI sebagai rujukan perawatan atlet.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar